Suara derah sepatu kian meninggi
Di ibukota provinsi ku hinggapi
Kuda besi berjalan terburu tak tahu malu
Sang fajar mulai menampakan dirinya
Dan jalanan mulai menunjukan kekuasaannya
Hingga matahari menepi di ujung barat
Hanya dirimu seorang yang ku ingat
Bola mata yang bulat
Serta bibir merah merona menggeliat
Dalam hidup ini dirimu mengukir kisah sejarah terhangat
Tak panas apalagi dingin
Jika dingin engkau hangatkan
Jika panas engkau sejukan
Jika hidup ini tanpamu
Seolah diriku tertancap kaku diserang suhu
Tatkala malam berbintang
Awan mendung tak terbayang
Seperti mimpi tapi bukan mimpi
Engkau jatuh dalam dekapanku
Walaupun tak di izinkan oleh waktu
Apa salahnya melawan kehendak?
Aku, kamu akan menjadi kita
Dari dulu aku selalu memikirkan kalimat itu
Apakah akan terwujud ataukah tidak
Manusia hanya bisa berdoa dan berusaha untuk mewujudkannya