Jumat, 03 April 2020

Hujan dan Kenangan


Alunan melodi halilintar terdengar buas
Burungpun terbalut dekapan sarang
Dan udara dingin mulai menikam sampai ujung tulang
Bak tuan bersenjata yang menghempaskan parang

Rintik-rintik terburu cepat
Seperti dirimu yang tak kunjung ku dapat
Malam ini ku tuliskan dengan secarik kertas
Tentang angan laluku yang begitu buas

Hujan, angin, dan dingin membungkam
Segores pena mulai bercengkrama bersama hujan
Seolah mengiringi rintik yang menghujam daratan
Hantamannya terkandung kesunyian yang di temani kopi dan susu

Sedangkan rindu?
Ahh.. nampaknya tidak pantas diucapkan olehku
Siapa diriku?
Hanya manusia yg mencoba mengukir kisah sendu
Meskipun sajak ini akan usang dimakan waktu
Tetapi dirimu tak kunjung menghilang dari ingatanku

Hujan...
Terimakasih sudah datang
Menghempaskanku kedalam panasnya kenangan
Dimana dulu diri ini mencoba berharap pada seseorang
Lalu kian hanyut dalam derasnya peradaban




Tidak ada komentar:

Posting Komentar